Selasa, 23 Januari 2018

PERKEMBANGAN TERAKHIR DALAM ETIKA BISNIS DAN PROFESI

PERKEMBANGAN TERAKHIR DALAM ETIKA BISNIS DAN PROFESI

1.       Perkembangan Etika tersebut sudah melewati beberapa fase, yaitu :
a) Etika Teologis
Pada perkembangan generasi pengertian pertama, semua sistem etika berasal dari sistem ajaran agama.Semua agama mempunyai ajaran-ajarannya sendiri-sendiri tentang nilai-nilai, sikap, dan perilaku yang baik dan buruk sebagai pegangan hidup bagi para penganutnya.Karena itu, ajaran etika menyangkut pesan-pesan utama misi keagamaan semua agama, dan semua tokoh agama atau ulama, pendeta, rahib, monk, dan semua pemimpin agama akrab dengan ajaran etika itu.Semua rumah ibadah diisi dengan khutbah-khutbah tentang ajaran moral dan etika keagamaan masing-masing.
Bagi agama-agama yang mempunyai kitab suci, maka materi utama kitab-kitab suci itu juga adalah soal-soal yang berkaitan dengan etika.Karena itu, perbincangan mengenai etika seringkali memang tidak dapat dilepas dari ajaran-ajaran agama. Bahkan dalam Islam dikatakan oleh nabi Muhammad saw bahwa “Tidaklah aku diutus menjadi Rasul kecuali untuk tujuan memperbaiki akhlaq manusia”. Inilah misi utama kenabian Muhammad saw.

ISU ETIKA SIGNIFIKAN DALAM DUNIA BISNIS DAN PROFESI

Isu Etika Signifikan dalam dunia bisnis dan profesi

1.   Benturan kepentingan
Pengaturan tentang “benturan kepentingan” juga diatur dalam keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-32/PM/2000 tentang Perubahan Peraturan No IX.E.1 tentang Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. “Benturan Kepentingan’ adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, pemegang saham utama perusahaan atau dengan pihak terafiliasi dari direktur, komisaris atau pemegang saham utama. “Perusahaan” yang dimaksud dalam ketentuan ini adalah emiten atau perusahaan publik.
2.   Etika dalam tempat kerja
Terdapat banyak contoh dalam dunia perniagaan, pentadbiran, korporat, maupun di sekttor kerajaan dan bukan kerajaan yang mengetengahkan peri pentingnya guna tenaga profesional, kewujudan kode etika atau piawaian tingkah laku sering dikaitkan dengan kekerapan salah laku yang rendah (Matthews, 1998; White, 1992; Sabitha,1999). Ini bermakna dengan adanya garis panduan atau kode etika yang piawai, ia sedikit sebanyak dapat bantu membendung gejala tingkah laku yang tidak wajar di kalangan profesional tertentu dalam organisasi kerja.
Persoalan juga ditanya tentang bagaimanakah etika kerja boleh dihayati oleh para pekerja. Adakah ia sedia wujud dalam diri seseorang (nature) atau bolehkah ia dipelajari (nurture).

ETIKA DALAM AKUNTANSI KEUANGAN DAN AKUNTANSI MANAJEMEN

ETIKA DALAM AKUNTANSI KEUANGAN DAN AKUNTANSI MANAJEMEN

1.   Tanggung jawab akuntan Keuangan dan Akuntan Manajemen
Standar Kode Etik untuk praktisi Akuntan Manajemen dan Manajemen Keuangan dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu dikutip dari buku Managrtial Accounting (hal 30-31) Karangan Ray H. Garrison Eric W. Noreen dan Peter C. Brewer adalah:
Pertama, berisi tuntutan untuk berperilaku etis.
Akuntan manajemen memiliki tanggung jawab etik 4 (empat) bidang, yaitu:
a. Mempertahankan kompetensi profesional
Praktisi akuntansi manajemen dan manajemen keuangan mempunyai tanggung jawab untuk:
1) Mempertahankan kompetensi profesional pada tinkat yang semestinya.
2) Melaksanakan tugas-tugas profesional pada tingkat yang semestinya.
3) Melaksakan tugas-tugas profesional mereka sesuai dengan hukum, peraturan, dan standar teknis yang relevan.
4) Menyiapkan laporan secara lengkap dan jelas, serta memberi rekomendasi setelah melakukan analisis yang layak terhadap informasi yang relevan dan andal.

Rabu, 03 Januari 2018

ETIKA DALAM KANTOR AKUNTAN PUBLIK

ETIKA DALAM KANTOR AKUNTAN PUBLIK

1. Etika Bisnis Akuntan Publik
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai satu-satunya organisasi profesi akuntan di Indonesia telah berupaya untuk melakukan penegakan etika profesi bagi akuntan publik. Untuk mewujudkan perilaku profesionalnya, maka IAI menetapkan kode etik Ikatan Akuntan Indonesia. Kode etik tersebut dibuat untuk menentukan standar perilaku bagi para akuntan, terutama akuntan publik (Arens :2008). Al-Haryono Yusuf (2001) menyatakan bahwa kode etik Ikatan Akuntan Indonesia sebagaimana ditetapkan dalam kongres VIII Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) di Jakarta pada tahun 1998, terdiri dari:
1. Prinsip Etika Terdiri dari 8 prinsip etika profesi, yang merupakan landasan perilaku etika profesional, memberikan kerangka dasar bagi aturan etika, dan mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota, yang meliputi: tanggung jawab profesi, kepentingan publik, integritas, objektivitas, kompetensi dan kehati-hatian profesional, kerahasiaan, perilaku profesional, dan standar teknis.

ETIKA DALAM AUDITING

ETIKA DALAM AUDITING

1. Kepercayaan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. Profesi akuntan memegang peranan yang penting di masyarakat, di mana publik dari profesi akuntan terdiri dari klien, pemberi kredit, pemerintah, pemberi kerja, pegawai investor, dunia bisnis dan keuangan, dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib.

KODE ETIK PROFESI AKUNTANSI

KODE ETIK PROFESI AKUNTANSI

  1. Kode Perilaku Profesional
Kode etik profesional dapat dirancang sebagian untuk mendorong perilaku yang ideal, sehingga harus bersifat realistis dan dapat ditegakkan. Agar dapat memiliki arti, maka keduanya harus pada posisi diatas hukum, namun sedikit di bawah posisi ideal. Negara bbagian seringkali memberikan hak monopoli ekslusif untuk melakukan praktik profesi bagi para profesional. Etika profesional diberlakukan lebih ketat dibandingkan dengan kewajiban hukum bagi para anggota profesiyang secara sukarela menerima standar perilaku profesional. Profesi CPA juga menetapkan sifat sukarela dan pengaturan sendiri Kode Perilaku Profesional ini.

Kode Perilaku Profesional AICPA yang telah direvisi dan diterima oleh sidang keanggotaan tahun 1988 terdiri dari dua seksi sebagai berikut:
a) Prinsip-prinsip yang menyatakan ajaran dasar perilaku etika dan memberikan kerangka kerja bagi peraturan-peraturan.
b) Peraturan perilaku yang menetapkan standar minimum perilaku yang dapat diterima dalam pelaksanaan layanan profesional.

Minggu, 05 November 2017

PERILAKU ETIKA DALAM PROFESI AKUNTANSI

Akuntan publik adalah akuntan yang berpraktik dalam kantor akuntan publik, yang menyediakan berbagai jenis jasa yang diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik, yaitu auditing, atestasi, akuntansi dan review, dan jasa konsultansi. Auditor independen adalah akuntan publik yang melaksanakan penugasan audit atas laporan keuangan historis yang menyediakan jasa audit atas dasar standar auditing yang tercantum dalam Standar Profesional Akuntan Publik. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dijabarkan ke dalam Etika Kompartemen Akuntan Publik untuk mengatur perilaku akuntan yang menjadi anggota IAI yang berpraktik dalam profesi akuntan publik.

ETHICAL GOVERNANCE

Budaya Etika
Corporate culture (budaya perusahaan) merupakan konsep yang berkembang dari ilmu manajemen serta psikologi industri dan organisasi.Bidang-bidang ilmu tersebut mencoba lebih dalam mengupas penggunaan konsep-konsep budaya dalam ilmu manajemen dan organisasi dengan tujuan meningkatkan kinerja organisasi, yang dalam hal ini, adalah organisasi yang berbentuk perusahaan.
Budaya Perusahaan adalah suatu sistem  dari nilai-nilai yang dipegang bersama tentang apa yang penting serta keyakinan tentang bagaimana dunia itu berjalan. Terdapat tiga faktor yang menjelaskan perbedaan pengaruh budaya yang dominan terhadap perilaku, yaitu:
·                     Keyakinan dan nilai-nilai bersama
·                     Dimiliki bersama secara luas
·                     Dapat diketahui dengan jelas, mempunyai pengaruh yang lebih kuat terhadap perilaku
Konsep etika bisnis tercermin pada corporate culture (budaya perusahaan). Menurut Kotler (1997) budaya perusahaan merupakan karakter suatu perusahaan yang mencakup pengalaman, cerita, kepercayaan dan norma bersama yang dianut oleh jajaran perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari cara karyawannya berpakaian, berbicara, melayani tamu dan pengaturan kantor.
Djokosantoso Moeljono mendefinisikan corporate culture sebagai suatu sistem nilai yang diyakini oleh semua anggota organisasi dan yang dipelajari, diterapkan, serta dikembangkan secara berkesinambungan, berfungsi sebagai sistem perekat, dan dijadikan acuan berperilaku dalam organsisasi untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.
Kalau dikaji secara lebih mendalam, menurut Martin Hann, ada 10(sepuluh) parameter budaya perusahaan yang baik :
                    i.Pride of the organization
                  ii.Orientation towards (top) achievements
                iii.Teamwork and communication
                iv.Supervision and leadership
                  v.Profit orientation and cost awareness
                vi.Employee relationships
              vii.Client and consumer relations
            viii.Honesty and safety
                ix.Education and development
                  x.Innovation

PERILAKU ETIKA DALAM BISNIS

Merupakan suatu rangkaian prinsip/aturan/norma yang harus diikuti apabila menjalankan bisnis. Etika sebagai norma dalam suatu kelompok bisnis akan dapat menjadi pengingat anggota bisnis satu dengan lainnya mengenai suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang selalu harus dipatuhi dan dilaksanakan. Etika didalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam lingkungan bisnis yang terkait tersebut.
Etika bisnis terkait dengan masalah penilaian terhadap kegiatan dan perilaku bisnis yang mengacu pada kebenaran atau kejujuran berusaha (bisnis). Kebenaran disini yang dimaksud adalah etika standar yang secara umum dapat diterima dan diakui prinsip-prinsipnya baik oleh masyarakat, perusahaan dan individu. Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
untuk terciptanya etika didalam bisnis yang sesuai dengan budi pekerti luhur, ada beberapa yang perlu diperhatikan, antara lain :
1)       Pengendalian diri
2)       Pengembangan tenggung jawab sosial
3)       Mempertahankan jati diri
4)       Menciptakan persaingan yang sehat
5)       Menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan.

PENDAHULUAN : ETIKA SEBAGAI TINJAUAN

a. Pengertian Etika
Kata “etika” berasal dari bahasa Yunani, yakni ethos. Bagi orang Yunani kata ethos mengandung banyak arti, yakni tempat tinggal, padang rumput, kebiasaan adat, akhlak, watak dan perasaan serta cara berpikir. Para pakar etika mendefinisikan kata “etika” secara beragam. Ronald F. Duska dan Brenda Shay Duska mengartikan etika dalam tiga butir, yaitu:
·         Sebuah disiplin ilmu terkait dengan apa yang baik dan yang buruk dan kewajiban moral.
·         Serangkaian prinsip-prinsip moral atau nilai.
·         Teori mengenai sistem nilai moral dan prinsip perilaku yang mengatur individu atau kelompok.
Tokoh etika yang lain, Karel Sosipater, mempersempit arti etika dalam dua hal, yakni “(1) penilaian tentang apa yang benar dan apa yang salah dalam perilaku manusia, dan (2) sebuah cabang ilmu, tepatnya cabang filsafat, yakni pemikiran kefilsafatan tentang moralitas, poblem moral dan pertimbangan moral.
Dari pandangan berbagai pakar etika di atas dapat diambil benang merah tentang arti etika, yakni penilaian tentang baik buruknya perilaku dan kajian terhadap kenyataan hidup dari segi baik buruk dan benar salahnya. Yang pertama disebut dengan istilah “etika sebagai praksis”, yang kedua disebut “etika sebagai refleksi”.

Senin, 05 Juni 2017

Bahasa Inggris Bisnis 2 Retail Week


[BAHASA INGGRIS BISNIS 2] RETAIL WEEK


Retail Week

Latest retail news, jobs, analysis and market data

Cash, Card or mobile phone?
Right now, retailers need to get to grips with the dawn of contactless payment
In the past week there has been a raft of announcements and news on alternative payment methods. Technologists everywhere are still convinced that they can come up with something better than cash for smaller transactions.
The alternative method that retailers must consider in the immediate future is contactless payment. A few stores in London have gone live with the Barclaycard Business contactless payment system already, more than 1,000 other sites have signed up to use it, and 3,000 consumers have registered their interest in the system’s OnePulse contactless card.
A recent YouGov survey commissioned by an ATM operator highiighted that consumers have fraud concerns about contactless payment. Yet similar surveys of online shopping also tend to highlight significant fraud fears, while the number of people and volume of their online transactions continues to grow.
In the longer term, the techies are still betting on the mobile phone becoming the new wallet. PayPal has gone live with a mobile payment system already. Others are still very much a work in progress; such as the mobile payment system dubbed GPay that it has emerged Google has filed a patent for.
Another, PayForIt, is a mobile payment scheme for transactions under £10 that all five major mobile network operators have signed up to. At present, it is only really being used to pay for mobile phone content. However, the plan is to expand this so consumers can make payments to online retailers when they access their sites via mobile phone.
If this seems far-fetched, just take a look at some of the retailers that have registered for .mobi internet domains – a type of web site address that highlights the fact that the site has been optimized for viewing on a mobile device.
It is good practice to buy any domain that may pertain to your brand. However, it is interesting to note that innovative retailers such an Amazon and Tesco have already secured domains that will allow them to launch mobile-optimised sites, should they wish.

Kamis, 17 November 2016

Bahasa Inggris Bisnis 1 : Conversation Between 2 Interviewee and an Interviewer


Interviewee 1     : Excuse me.
Interviewee 2     : Excuse me, may I come in?
Interviewer         : Yes, come in and please take a seat
Interviewee 1     : Thanks you. Good morning sir
Interviewee 2     : Morning sir.
Interviewer         : Morning, What will please tell me about yourself. Start from you
Interviewee 2     : My name is Firdi Reza Farabi. I come form Depok, West Java. I have 2 younger brothers, and I’m the oldest. You can call me Firdi, and he is my friend.
Interviewee 1     : My name is Fakhri Rahmatulloh. I live in Jatinegara Kaum, East Jakarta. I’m the third child in my family. You can call me Fakhri.
Interviewer        : Okay. Now please tell me about your educational background!
Interviewee 2     : I graduated from Gunadarma University in 2018, my major is accounting
Interviewee 1     : Same as him. My major is accounting and I finished my study at gunadarma university   in 2018
Interviewer        : what do you know about this company?
Interviewee 2    : this company is a famous company in Indonesia
Interviewee 1    : yes, you’re right. This company has a lot of products like aqua, mizone, etc. the products are good
Interviewer       : so, what division do you want to work?
Interviewee 2   : if it’s possible, I want to work in accounting division, because it is related with my educational background
Interviewee 1   : if it’s possible, I want to work as a manager
Interviewer      : thank you for coming in this interview section. I will send an email if you’re accepted in this company 2 weeks later.

Interviewee 1 : Fakhri Rahmatulloh (2C214972)
Interviewee 2 : Firdi Reza Farabi (24214267)
Interviewer    : Iswoyo Hari Saputra (25214533)

Minggu, 16 Oktober 2016

Teknologi SIA : ALIBABA

     Sejarah Bendiri alibaba.com

     Jack Ma, adalah pria berkebangsaan Tiongkok (Cina) yang lahir dari keluarga yang kurang mampu pada 15 Oktober 1964 di Hangzhou, Tiongkok. Jack Ma adalah anak ke-dua dari tiga bersaudara. Jack Ma memiliki satu orang kakak laki-laki dan adik perempuan. Jack Ma beserta saudara-saudara nya tumbuh dalam keadaan yang sangat kurang mampu dan pada saat itu Tiongkok Komunis semakin terisolasi dari Barat.
     Jack Ma memiliki kisah hidup yang dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang. karena dia adalah keturunan dari keluarga yang kurang mampu, tapi dengan tekad yang sangat kuat dia mampu merubah keadaan yang dari nya tidak memiliki apa-apa sekarang memiliki segalanya. Jack Ma adalah seseorang yang kaya raya. Soal pendidikan, dia pernah gagal ujian masuk perguruan tinggi dua kali dan ditolak dari puluhan perusahaan. KFC merupakan salah satu perusahaan yang menolak nya sebelum dia sukses dengan perusahaan internet ketiga nya, alibaba.com

Sabtu, 08 Oktober 2016

Bahasa Inggris Bisnis 1 : Cover Letter



September 03, 2016

Attn. Chief of Human Resource Development
PT. Quiqgold

Jl. M.H. Thamrin Kav. 30 C

Jakarta Selatan


I am applying for a position as Sales Manager with your company, as i feel my backgroud in developing a sales departement will be interest to you.

As my resume indicates, I joined PT. Quickgold, in the capacity of trainee and moved up the ladder to my current position of Sales Manager. In each year of my employment, I was successful in opening news account, penetrating existing ones, and re-opening closed business. As a result, I was responsible for sales incrase of 20% to 50%.

As Sales Manager I was involved in recruting, training, and supervising a staff of 120 sales people and was responsible foe sales worlwide.




Sincerely,


Fakhri Rahmatulloh.

Minggu, 02 Oktober 2016

Bahasa Inggris Bisnis 1 : Irregullar Verb & Regullar Verb



Bahasa Inggris Bisinis 1 : Irregullar Verb & Regullar Verb

A. IRREGULLAR VERB
V1
Base Form
V2
Past Simple
V3
Past Participle
Awake
Awoke
awoken
Be
Was/were
Been
Choose
Chose
Chosen
Deal
Dealt
Dealt
Eat
Ate
Eaten
Feed
Fed
Fed
Go
Went
Gone
Have
Had
Had
Input
Input
Input
Keep
Kept
Kept
Lead
Laid
Laid
Meet
Met
Met
Ouput
Output
Output
Pay
Paid
Paid
Quit
Quit
Quit
Read
Read
Read
Say
Said
Said
Tell
Told
Told
Understand
Understood
Undertaken
Win
Won
Won


B. REGULLAR VERB
Base Form
Past Simple
Past Participle
Achieve
Achieve
Achieved
Balance
Balanced
Balanced
Call
Called
Called
Dance
Danced
Danced
End
Ended
Ended
Fail
Failed
Failed
Glow
Glowed
Glowed
Hand
Handed
Handed
Ignore
Ignored
Ignored
Jail
Jailed
Jailed
Kill
Killed
Killed
Land
Landed
Landed
Match
Matched
Matched
Note
Noted
Noted
Object
Objected
Objected
Pass
Passed
Passed
Question
Questioned
Questioned
Raise
Raised
Raised
Save
Saved
Saved
Taste
Tasted
Tasted